MILAD 69 PROVINSI RIAU

Sarjana Komputer Banyak Nganggur, FEB UI:  Peningkatan Mutu Lulusan Sama Pentingnya dengan PT Baru

Nasional Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:12 WIB
Sarjana Komputer Banyak Nganggur, FEB UI:  Peningkatan Mutu Lulusan Sama Pentingnya dengan PT Baru

RIAUEDUKASI.COM, JAKARTA - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia (UI) juga menyoroti banyak lulusan studi informatika yang tak terserap lapangan kerja. Ini menjadi temuan yang menarik mengingat tingginya keperluan terhadap lulusan tersebut saat ini.

Laporan tersebut bertajuk "Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?" Awalnya disebutkan, terdapat lima bidang studi yang secara bersama-sama mencakup sekitar 40% dari pengangguran lulusan sarjana (baca "Ini 5 Bidang Studi S1 yang Lulusannya Banyak Ditemukan Pengangguran").

Bidang studi tersebut; manajemen sekitar 10,3%, hukum 9,0%, ekonomi 8,7%, pendidikan 7,1%,
dan akuntansi 5,1%.

Analisis ini juga menyebut, terdapat lulusan ilmu komputer atau informatika dengan porsi 4,6% di antara para pengangguran. Padahal, kedua bidang tersebut kerap dianggap punya prospek kerja yang bagus.

BANNER SPMB SD BABUSSALAM

Kedua bidang tersebut mencakup program yang sangat beragam, tetapi kebutuhan industri bisa berubah dengan cepat. Selain itu perbedaan mutu pendidikan, penguasaan keterampilan praktis, pengalaman kerja, hingga jenis teknologi yang digunakan perusahaan juga berpengaruh.

Perlu ditekankan, lanjut LPEM, data di atas memperlihatkan bidang studi yang paling banyak ditemukan di antara penganggur yang lulus minimal S1. Bukan tingkat pengangguran bidang studi masing-masing. 

gold okee

https://member.akademilakukeras.com/aff/4363/165/ (more info klik aja)

Sehingga, statistik tersebut belum bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa manajemen hingga pendidikan memiliki prospek kerja paling buruk. Untuk menghitung risiko pengangguran berdasarkan bidang studi, maka jumlah pengangguran di setiap bidang studi perlu dibandingkan dengan seluruh angkatan kerja lulusan bidang yang sama.

Perluasan Pendidikan Tinggi Perlu Terarah
Peneliti LPEM FEB UI menegaskan pula, temuan mereka tidak mengesampingkan pentingnya perluasan pendidikan tinggi. Melainkan menegaskan bahwa perluasan tersebut perlu lebih terarah.

Keberadaan universitas baru membutuhkan kejelasan berupa apa saja bidang-bidang yang ditawarkan yang benar-benar dibutuhkan, standar mutu yang kuat, pengisian kesenjangan akses secara nyata, dan keterhubungan dengan strategi pengembangan ekonomi dan penciptaan pekerjaan.

Ketiadaan kejelasan-kejelasan ini akan berisiko. Didirikannya universitas baru menjadi kebijakan yang fokus pada pasokan lulusan, sedangkan persoalan transisi ke dunia kerja belum banyak berubah. 

Sehingga di situasi pasar kerja sekarang ini, LPEM FEB UI menilai penguatan mutu perguruan tinggi yang sudah ada, perbaikan hubungan antara pendidikan tinggi dengan dunia kerja, dan penciptaan lebih banyak pekerjaan berketerampilan tinggi, sama pentingnya dengan mendirikan universitas baru.***

Editor : Zulkifli Ali